Minggu, 27 Desember 2009

PR Generasi Muda

Eksistensi manusia sebagai makhluk sosial menjadikannya tidak bisa hidup secara perseorangan. kecenderungan manusia untuk saling membutuhkan antara satu dan yang lainya merupakan alasan mengapa manusia harus membuat suatu komunitas. Komunitas disini bisa diartikan sebagai masyarakat, baik itu dalam skala mikro ataupun makro. Sehingg dalam komunitas inilah tercipta suatu tatanan atau aturan yang bertujuan untuk mensejahterakan manusia itu sendiri.

Masyarakat yang merupakan suatu media atau wadah guna terciptanya kehidupan manusia yang normal dibawah suatu aturan yang berlaku, ternyata tidak seindah apa yang diharapkan. Ada segolongan orang yang enggan untuk tetap konsisten terhadap hukum yang berlaku. Mereka bersikap individual dengan mengabaikan norma-norma yang berlaku. Sehingga secara kontras mereka menanggalkan jatidirinya sebagai makhluk sosial.

Sejatinya anomali pada tatanan dalam kehidupan bermasyarakat sedang terjadi di negeri kita tercinta hari ini. Tidakkah kita lihat di berbagai media, mulai dari media elektronik hingga media cetak berapa banyak orang yang berpangkat telah melakukan tindakan korupsi. Tindakan korupsi yang telah mereka lakukan telah berhasil menjadikan negeri ini carut-marut. Kemiskinan, pengangguran, dan kriminalitas telah nampak di berbagai sudut ranah ibu pertiwi kita. Para koruptor menyumbat setiap aliran dana yang ditujukan untuk pembangunan, pendidikan, kesehatan, dan untuk kesejahteraan masyarakat yang lainnya. Merekalah yang bertanggung jawab terhadap apa yang terjadi hari ini.

"Betapa biadabnya mereka", pernyataan tersebut sangatlah pantas untuk ditujukan kepada para koruptor. Namun ironisnya hukum yang berlaku di negeri kita ini tidak mampu untuk membuat mereka takut atau jera akan prilaku korupsi yang tidak terpuji sama sekali ini. Dari tahun ke tahun kasus korupsi semakin meningkat. Sehingga mengantarkan indonesia ke peringkat sepuluh besar negara terkorup sedunia.

Informasi yang cukup mencengangkan dan unik sekali. Sungguh memalukan, negara yang dominasi penduduknya muslim masuk kategori negara terkorup sedunia. Fenomena semacam ini seharusnya mampu membukakan mata kita lebar-lebar, sehingga terpikir apa yang seharusnya kita lakukan untuk merubah keadaan menjadi baik.

Korupsi merupakan salah satu masalah dari ribuan permasalahan yang menghuni negeri ini. Kita selaku generasi mudah sejatinya memiliki PR yang sangat berat. Mau dibawa ke mana dan mau jadi apa negeri ini jadinya di masa yang akan datang adalah bergantung pada kita. Allah telah memberikan jalan untuk tercapainya negeri yang aman dan makmur "baldatan thoyibah", yaitu dengan berjuang agar hanya aturan main-Nya lah yang benar-benar eksis.

2 komentar:

  1. eh ko tumben pinter lu lis ? biasanya nyontek ke gw. ehehe

    BalasHapus
  2. hahay,, itu sih jaman baheula..,,

    sory w baru liat komen lo.. cz dah setaun lebih ga buka ni blog... hehe

    BalasHapus